Beragam Hasil Seniman Indonesia Di Museum Seni Rupa dan Keramik

museum seni rupa dan keramik jktIndonesia memiliki sejumlah anak bangsa dengan tangan-tangan kreatif mereka. Tak terkecuali untuk bidang seni rupa maupun keramik. Banyak sekali karya-karya seniman Indonesia yang mendapat respon dari para kolektor dunia yang pada akhirnya memboyong karya mereke ke luar negeri.

Sayang banget sebenarnya, karena pada akhirnya karya anak bangsa hanya bisa dinikmati mereka yang punya biaya. Karenanya keberadaan sejumlah museum yang memamerkan berbagai karya seniman Indonesia cukup membantu mengenalkan mereka pada generasi penerus.

Jika selama ini travelers mengira karya para seniman bisa dinikmati hanya di museum-museum yang ada di Bali, di Jakarta pun ada museum yang memajang karya para seniman Indonesia, bahkan dari beberapa generasi. Lokasinya di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta.

Museum ini juga masih satu rangkain dengan tour wilayah kota tua loh, jadi travelers bisa sekalian singgah ke sana kala berkeliling kawasan kota tua Jakarta.

museum seni rupa dan keramikMuseum Seni Rupa dan Keramik berlokasi di Jalan Pos Kota No. 2, Jakarta Barat, tak jauh dari Museum Sejarah Jakarta. Layaknya gedung-gedung di kawasan kota tua, Museum Seni Rupa dan Keramik juga menempati bangunan tua peninggalan Belanda.

Gedung tersebut dibangun pada 10 Januari 1972 dan dahulunya difungsikan sebagai Lembaga Peradilan Tertinggi yang disebut dengan Raad van Justitie. Sementara di masa pemerintahan Jepang dan masa perjuangan kemerdekaan Indonesia gedung tersebut digunakan sebagai asrama militer. Pasca kemerdekaan Indonesia, gedung ini pun dijadikan Kantor Walikota Jakarta sejak tahun 1967.

Kemudian oleh Presiden Soeharto gedung ini diresmikan sebagai Gedung Balai Seni Rupa pada 20 Agustus 1976.  Baru kemudian pada tahun 1990 diresmikan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta.

gedung museum seni rupa jktDi museum ini terpajang sejumlah karya seni milik seniman Indonesia sejak tahun 1880 hingga sekarang. Ada sekitar 500-an karya yang dimiliki Museum Seni Rupa dan Keramik.

Mulai dari patung, grafis, sketsa, totem kayu, sampai batik lukis. Sejumlah lukisan unggulan karya seniman Indonesia yang dipajang di Museum Seni Rupa dan Keramik juga memiliki nilai sejarah yang penting bagi Indonesia. Misalnya lukisan karya Hendra Gunawan yang berjudul "Pengantin Revolusi", "Bupati Cianjur" dari Raden Saleh, "Seiko" milik S. Sudjojono, "Ibu Menyusui" dari Dullah, dan juga "Potret Diri" milik Affandi.

Untuk seni lukis ini sendiri terbagi dalam beberapa ruang yang dikelompokkan berdasarkan periode-periode tertentu. Untuk seni lukis periode tahun 1880 – 1890 ditempatkan di Ruang Masa Raden Saleh. Ruang yang lain misalnya:museum seni rupa dan keramik1

  • Ruang Seni Rupa Baru Indonesia yang memajang karya periode dari tahun 1960-an
  • Ruang Sekitar Kelahiran Akademis Realisme yang memajang karya periode dari tahun 1950-an
  • Ruang Pendirian Sanggar yang memajang karya periode dari tahun 1945 – 1950
  • Ruang Masa Pendudukan Jepang yang memajang karya periode dari tahun 1942 – 1945
  • Ruang Persagi yang memajang karya periode dari tahun 1930-an
  • Ruang Masa Hindia Jelita yang memajang karya periode dari tahun 1920-an

Untuk seni rupanya sendiri koleksi yang terbanyak adalah patung. Misalnya saja totem kayu milik suku Asmat. Ada juga totem dan patung kayu karya dari seniman modern, misalnya karya dari G.Sidharta dan Oesman Effendi.

Ada juga loh patung karya-karya seniman akademis misalnya dari Popo Iskandar, Srihadi S, Achmad Sadali, Fajar Sidik, Nashar, dan masih banyak lagi.

koleksi kerami museumMengenai koleksi keramik yang dipajang di Museum Seni Rupa dan Keramik tidak hanya memajang keramik lokal namun juga untuk keramik dari negeri asing. Untuk koleksi keramik lokal ada yang berasal dari peninggalan Kerajaan Majapahit abad ke-14.

Ada pula koleksi keramik dari sentra industri yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Bali, Malang, dan masih banyak lain.

Masing-masing keramik memiliki keragaman bentuk dan fungsi yang berbeda, terutama untuk keramik asing seperti dari China, Thailand, Jepang, dan juga Eropa dari abad 16 sampai dengan awal abad 20. Jika mau, travelers juga bisa berlajar membuat gerabah dari awal sampai akhir karena di Museum Seni Rupa dan Keramik disediakan semua peralatan hingga oven untuk pembakaran gerabah.

Museum-Seni-Rupa-dan-KeramikYang tertarik buat berkunjung ke Museum Seni Rupa dan Keramik bisa datang pada hari Selasa sampai Minggu dari pukul 09.00 – 15.00. Tiket masuknya murah banget, cuma Rp 3000/orang. Ada sejumlah hotel murah di Jakarta yang bisa travelers manfaatin buat nginap selama stay di Jakarta. Tapi kalau gak mau ribet, travelers bisa ikutan tour Jakarta biar liburan ke Jakarta makin nyaman dan murah dengan pelayanan yang memuaskan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *