Jalan-Jalan Ke Museum Arsip Nasional

museum arsip nasionalSebagai daerah ibukota, Jakarta memang dipenuhi dengan sejumlah gedung-gedung pemerintahan, baik itu Istana Kepresidenan, gedung parlemen, dan juga lembaga yang lain. Di kota ini pula terdapat sejumlah tempat yang menyimpan sejarah perjuangan bangsa dan berbagai tempatbersejarah lainnya. Salah satunya adalah Gedung Arsip Nasional dimana terdapat berbagai arsip tidak hanya mengenai pemerintahan Indonesia namun juga pemerintah Hindia Belanda. Meski kini semua arsip negara dipindahkan ke tempat baru, namun berkunjung ke Musuem Arsip Nasional tetap menyenangkan. Bukan hanya terdapat sejumlah benda-benda “langka” untuk menyimpan arsip namun juga arsitektur bangunannya yang khas masa kolonial nampak begitu mengagumkan.

GedungArsipMalamhariMuseum Arsip Nasional berlokasi di Jalan Gajah Mada yang berada tak jauh dari halte busway Mangga Besar. Nampak luar gedung ini masih terlihat terawat dan memancarkan kemegaha masa lalu. Sebelumnya gedung ini memang merupakan villa salah seorang gubernur jenderal VOC bernama Reiner de Klerk pada abad ke-18. Tak heran jika bangunannya cukup megah dengan ukiran-ukiran yang menghiasi bagian atas pintu masuk. Sejumlah mebel mewah zaman dulu juga turut menghiasi yang merupakan hibah dari Perhimpunan Batavia untuk Seni dan Ilmu yang dibongkar pada tahun 1990. Kemudian bangunan digunakan oleh Departemen Pertambangan di tahin 1925. Selanjutnya tempat ini pun menjadi Landararchief atau arsip negeri dimana salah satu fungsinya untuk kepentingan administrasi dan ilmu pengetahuan. Dengan semakin meningkatnya pergerakan nasional di Indonesia, Landararchief juga diminta mengambil peran penting dengan menjadi tempat penulisan sejarah Hindia Belanda sekaligus mengawasi dan melakukan pengamanan terhadap peninggalan Belanda. Sayangnya di tahun 1942, kala Jepang menguasai gedung ini tak meninggalkan arsip apa pun.

bagian-belakang-gedung-arsipPerjalanan Gedung Arsip Nasional juga pernah mengalami keterpurukan di tangan sendiri dimana sejak dipindahkannya arsip nasional  ke gedung baru di Jalan Ampera pada tahun 1992, gedung yang lama diisukan akan dibongkar oleh Presiden Soeharto guna dijadikan pertokoan. Selain itu gedung ini pun kerap dilanda banjir di musim penghujan hingga setengah meter yang membuat kerusakan di bagian dalam gedung. Berkat sumbangan dari sejumlah pengusaha Belanda yang ada di Indonesia gedung ini pun berhasil dipugar dan menjadi hadiah kemerdekaan Indonesia ke-50. Bahkan pemugaran ini pun sesua dengan standar yang diberikan UNESCO sehingga Gedung Arsip Nasional menjadi banguan pertama di Indonesia yang merai juara pertama Unesco Cultural Heritage Award untuk wilayah Asia Pasifik.

arsipSayangnya krisis politik dan ekonomi yang menyerang Indonesia di tahun 1998 membuat pemerintah khawatir akan keberlangsungan Museum Arsip Nasional sehingga mengijinkan sejumlah orang untuk mendirikan Yayasan Gedung Arsip Nasional yang pada akhirnya merawat dan mengelola gedung selama lebih dari 13 tahun tanpa bantuan dari pemerintah sepeserpun. Bukan hanya perhatian dari pemerintah yang kurang, namun kunjungan wisatawan ke museum ini juga jarang. Padahal untuk masuknya tidak dipungut biaya dan taman yang berada di depan di buka untuk umum yang bisa digunakan untuk acara piknik bersama keluarga. Selain itu pengunjung punjuga bisa mengagumi keindahan arsitektur zaman dulu dan yang lebih penting lagi, tempat ini merupakan salah satu saksi bisu sejarah panjang Indonesia. Jadi mumpung di bulan Agustus, bulan kemerdekaan Indonesia, yuk jalan-jalan ke tempat besejarah, salah satunya Museum Arsip Nasional.

Refrensi:

  • http://seleb.tempo.co/read/news/2014/05/25/114580218/perjalanan-gedung-arsip-nasional-hingga-kini
  • http://mengakubackpacker.blogspot.com/2013/04/berkelana-ke-museum-arsip-nasional.html

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *