Keliling Kota Tua Jakarta

PrintJalan-jalan ke Kota Jakarta gak harus mahal kok. Nyatanya, Jakarta memiliki sejumlah tempat yang bisa dikunjungi untuk wisata dengan low budget. Salah satunya adalah kawasan Kota Tua Jakarta. Di sini anda bisa belajar sejarah dan berbagai ilmu yang lainnya dari beberapa museum yang ada sekaligus berburu beragam kuliner mulai dari kelas pedagang kaki lima hingga restoran. Selain itu, keberadaan gedung-gedung tua yang ada di sini juga bisa menjadi spot yang menarik bagi anda para pecinta fotografi. Keberadaan Kota Tua Jakarta saat ini juga tengah digarap serius oleh Pemerintah Kota Jakarta untuk selanjutnya diharapkan dapat menjadi heritage dunia. Mimpi Pemerintah Kota Jakarta bukan tanpa dasar. Pasalnya daerah yang juga dikenal dengan nama Batavia Lama atau Oud Batavia dalam bahasa Belanda ini pernah menjadi pusat  perdagangan di benua Asia pada abad ke-16 karena lokasinya yang strategis dan kekayaan sumber daya alamnya. Para pelayar Eropa menjuluki kawasan ini sebagai “Permata dari Asia” dan “Ratu dari Timur”.

sunda kelapa tempo duluLuas kawasan Kota Tua Jakarta memang tak terlalu besar, hanya 1.3 km² dan membentang dari Jakarta Utara dan Jakarta Barata, tepatnya di daerah Pinangsia, Taman Sari, dan Malaka. Keberadaan kawasan ini berkaitan dengan sejarah kerajaan Padjajaran sebelum adanya nama Sunda Kelapa. Nama ini baru muncul setelah disebutkan dalam prasasti Kebon Kopi II. Di tahun 1513 M, bangsa Portugis menjaid bangsa Eropa yang pertama kali datang ke Sunda Kelapa dan mengadakan perjanjian dengan kerajaan Padjajaran yang menjadi perjanjian internasional pertama di nusantara. Namun sayangnya perjanjian ini lebih menguntungkan pihak Portugis yang membuat kekuasaan mereka bertambah besar. Pangeran Fatahilah dari kerajaan Demak, dengan dibantu kerajaan Cirebon, berhasil mengalahkan pasukan Portugis dan merebut Sunda Kelapa yang kemudian ia ubah namannya menjadi Jayakarta di tahun 1527.

Museum-FatahillahNamun Jayakarta kemudian berhasil direbut oleh Belanda dan diubah namanya menjadi Batavia dengan penduduknya yang disebut dengan Batavianen yang menjadi cikal bakal suku Betawi. Saat dipegang Belanda pun, kawasan Batavia menjadi kawasan dengan peran yang strategis dengan menjadi kantor pusat dan administrasi VOC. Sejak masa pendudukan Jepang hingga saat ini, nama Jayakarta berubah menjadi Jakarta. Sementara kawasan Kota Tua menjadi situs warisan dunia dengan dekrit yang dikeluarkan oleh Ali Sadikin, gubernur Jakarta di tahun 1972. Keputusan dikeluarkannya dekrit ini untuk melindungi sejarah kawasan Kota Tua dari kepunahan. Karena sejak perkembangan kota Jakarta telah banyak bangunan yang tak terawat ataupun sengaja dihancurkan, seperti Benteng Batavia, gerbang Amsterdam, dan jalur trem Batavia.

jembatan tarik kota intanSelain belajar sejarah Jakarta melalui beberapa gedungnya yang tersebar dari Pelabuhan Sunda Kelapa hingga kawasan Glodok, anda juga bisa belajar sejarah melalui musem-museum yang ada di sana, seperti Museum Sejarah Jakarta atau yang lebih dikenal dengan nama Museum Fatahillah yang dulunya merupakan Balai Kota Batavia. Selain itu ada pula Museum Bank Indonesia dan Bank Mandiri di sini. Bekas Pengadilan Batavia kini menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik. Museum lainnya yang juga ada di sini adalah Museum Wayang dan Museum Bahari. Untuk gedung bersejarah lainnya yang ada di sini dan masih bisa dijumpai hingga saat ini adalah stasiun kota, pelabuhan sunda kelapa, kantor pos, jembatan tarik kota intan, tugu jam kota tua, dan masih banyak lagi.

kuliner kota tua jakartaPuas berkeliling kawasan Kota Tua, anda bisa berburu kuliner yang ada di sana. Selain banyak pedagang kaki lima yang bertebaran, ada Kafe Batavia yang menempati bangunan yang berasal dari tahun 1884. Hingga kini bentuk bangunan dan furniturenya masih dipertahankan. Restoran ini menyediakan beragam kuliner barat, Cina, Indonesia, dan menu tradisional lainnya. Memang tak banyak penjual yang menjajakan kuliner khas Betawi, jadi restoran ini bisa menjadi salah satu pilihan. Untuk menuju Kota Tua, ada banyak angkutan umum yang bisa anda gunakan. Misalnya Mikrolet M-12 dengan jurusan Pasar Senen-Kota, Mikrolet M-08 jurusan Tanah Abang-Kota, Kopaja 86 jurusan Grogol-Kota, Bus patas 79 jurusan kampong Rambutan-Kota atau dengan Bus Trans Jakarta yang turun di halte Kota.

Refrensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tua_Jakarta
  • http://traveltourismindonesia.com/wisata-kuliner-di-kota-tua-dari-kaki-lima-sampai-restoran.html

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *