Mengenal Kekayaan Tekstil Indonesia Di Museum Tekstil

utama01_besarTravelers termasuk juga pecinta fashion? Jika iya, maka travelers juga wajib buat bertandang ke Museum Tekstil yang ada di Jalan¬†Aipda KS Tubun No.2-4, Tanah Abang. Di sini ada banyak tekstil, terutama yang bersifat tradisional, unik, dan khas Indonesia. Ini beneran museum loh travelers, bukan tempat jual baju macam Tanah Abang ataupun Pasar Baru, meski lokasinya berdekatan ūüėČ Di museum ini travelers bisa berkenalan dengan beragam tekstil yang dimiliki Indonesia. Karena tekstil bukan sekedar pakaian yang menjadi kebutuhan penting manusia, namun tekstil juga menjadi cerminan budaya Indonesia. Bahkan untuk pembuatan tekstil juga dibutuhkan kemampuan dan ketrampilan yang tinggi loh. Jadi gak perlu ragu buat berkunjung ke museum yang satu ini ya. Karena dijamin travelers bakal dapat pengetahuan yang lebih mendalam mengenai beragam tekstil yang ada di Indonesia dan juga cara pembuatannya.

tekstil-1Bangunan yang kini ditempati sebagai Museum Tekstil lumayan tua dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Pada awalnya bangunan ini merupakan rumah miliki orang Perancis, Justinus Vinck, yang dibangun pada awal abad ke-19. Selanjutnya rumah ini pun berganti-ganti pemilik hingga akhirnya di tahun 1945 bangunan ini menjadi markas dari Perintis Front Pemuda dan juga Angkatan Pertahanan Sipil. Karenanya bangunan ini pun menjadi salah satu bangunan berserjarah dan memiliki peran penting dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Di tahun 1962, Departeman Sosial mulai menggunakan bangunan ini sebagai asrama karyawan yang kemudian diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta Kota. Bapak Ir.Safioen, selaku Dirjen Tekstil Departemen Perindustrian pada masa itu mengusulkan untuk mendirikan Museum Tekstil karena prihatin dengan keberadaan tekstil tradisional yang kian tergeser dengan adanya tekstil modern. Usulan ini pun disetujui Gubernur DKI kala itu, Bapak Ali Sadikin, dan diresmikan oleh ibu negara, Ibu Tien Soeharto, pada tanggal 28 Juni 1976.

labolatory01_besarSebagai langkah awal, koleksi Museum Tekstil didapatkan dari sumbangan masyarakat pecinta tekstil atau Himpunan Wastraprema sejumlah 500 jenis tekstil. Tidak hanya Himpunan Wastraprema yang memberikan sumbangan, namun juga dilakukan oleh masyarakat luas. Yang kemudian dilanjutkan dengan pembelian sejumlah tekstil yang dilakukan oleh dinas terkait hingga akhirnya kini terkumpul 1914 jenis tekstil di Museum Tekstil. Museum ini juga menjadi lokasi sejumlah kajian dan kegiatan terkait perkembangan tekstil di Indonesia. Sejumlah pameran yang berkaitan dengan tekstil juga kerap dilakukan di sini sebagai upaya untuk memperkenalkan tekstil Indonesia ke kancah yang lebih luas lagi. Dengan sejumlah kegiatan tersebut, Museum Tekstil juga menjadi tempat berkembangnya berbagai tekstil kontemporer Indonesia dan menjadikannya sebagai Galeri Tektil Kontemporer.

pendopo01_besarMuseum Tekstil terdiri dari beberapa ruangan, seperti Gedung utama yang menjadi area utama untuk melihat berbagai koleksi museum, desainer, dan juga para pecinta tekstil. Di tiap minggunya koleksi yang ditampilkan di sini berganti-ganti sehingga pengunjung bisa mendapatkan suasana yang baru di tiap pekannya. Kemudian beralih ke Galeri Batik yang memajang sejumlah koleksi batik kuno dan juga kontemporer yang berkembang dari masa ke masa. Selain melihat koleksi batik, travelers juga bisa mengikuti workshop membatik yang ada di Pendopo Batik. Hasil batikan travelers bisa kamu bawa pulang buat oleh-oleh. Lengkapi pengetahuan travelers mengenai tekstil dengan bertandang ke Natural Dye Garden, sebuah taman seluas 2.000 m² yang ditumbuhi sejumlah tanaman yang menjadi pewarna dalam pembuatan tekstil. Misalnya saja Caesarweed, African Tulip Tree, dan masih banyak lagi. Taman ini juga bisa digunakan sebagai pameran-pameran berkonsep outdoor.

workshop01_besarKalau travelers pengen mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai tekstil bisa berkunjung ke perpustakaannya dengan koleksi buku-buku tesktil yang lengkap. Ada juga laboratorium yang menjadi lembaga konservatif-preservatif tekstil tradisional Indonesia sekaligus menerima perbaikan kain tradisional. Untuk mengetahui cara dan alat menenun, datang aja langsung ke ruang Wastra Room yang memajang berbagai alat tenun dari seluruh Indonesia. Sambil belajar, travelers bisa tetap update di medsos dengan layanan hotspot gratis yang disediakan pihak museum. Wah jadi makin betah deh nongkrong di Museum Tekstil. Tapi ingat pulang dari sini, jangan lupa buat beli oleh-oleh di toko cinderamata ya. Jadi kalau ngaku pecinta fashion jangan cuma pakek produk dari luar negeri, tapi pakai dan kenali juga tekstil Indonesia yang tak kalah keren dengan tekstil luar negeri, lebih unik dan lebih beragam.

garden01_besarBuat yang nyari hotel murah di Jakarta di sekitar Museum Tekstil, ada beberapa hotel yang bisa travelers gunakan, seperti:

Refrensi:

http://museumtekstiljakarta.com/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *