Mengenal Sejarah Jakarta Di Museum Sejarah Jakarta

Museum-Fatahillah-Kota-Tua-JakartaSebagaimana kota besar lainnya, Jakarta juga memiliki kawasan kota tua dengan bangunan megah khas zaman kolonial Belanda. Salah satu gedung di kota tua yang hingga kini masih digunakan adalah gedung Staadhuis yang berada di Jalan Taman Fatahillah No.1, Kota Jakarta Barat. Gedung ini kini menjadi sebuah museum dengan nama Museum Sejarah Jakarta atau yang lebih dikenal dengan nama Museum Fatahillah. Di area seluas 13.588 m² anda bisa mengenal sejarah Jakarta lebih mendalam. Gedung yang muali dibangun pada pemerintahan Jan Pieterzoen Coen sebagai Gubernur Jenderal VOC di tahun 1620 ini mengalami beberapa kali perombakan dan renovasi.

COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Gezicht_op_het_stadhuis_van_Batavia_en_de_tramhalte_TMnr_60022444Pertama kali pemugaran gedung dilakukan pada tanggal 25 Januari 1707 dan baru diresmikan pada tanggal 10 Juli 1710. Selain sebagai balai kota, gedung Staadhuis juga dikenal sebagai gedung bicara karena juga menjadi Kantor Balai Harta, Kantor Dewan Urusan Perkawinan, dan kantor pengadilan lengkap dengan penjaranya. Gedung ini juga pernah dibakar oleh pasukan Raja Mataram Yogyakarta, Sultan Agung Hanyokrokusumo, kala penyerangan ke Batavia. Namun gedung ini kembali dibangun pada zaman penjajahan Jepang hingga Indonesia merdeka dan menjadi Balaikota Propinsi Jawa Barat. Dan pada Desember 1945, gedung ini dijadikan sebagai Kantor Kodim 0503 Jakarta Barat. Baru pada tahun 1972 gedung tersebut kembali dibangun dan menjadi Museum Sejarah Jakarta yang diresmikan pada tanggal 30 Maret 1974.

Prasasti_Ciaruteun-Museum_Sejarah_JakartaDi museum ini, anda akan diajak jalan-jalan untuk mengenal sejarah Jakarta melalui peninggalan arkeologi dari masa Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Pajajaran. Dari peninggalan arkeologi, prasasti tugu, diketahui bahwa pemukiman awal yang ada di Jakarta berada dekat dengan sungai Ciliwung. Selanjutnya daerha dikuasai oleh Kerajaan Sunda dengan Pelabuhan Sunda Kelapanya yang terkenal. Pelabuhan ini kemudian berubah nama menjadi Jayakarta dan kemudian menjadi Batavia kala dikuasai Belanda.

Meriam_jakSelain benda-benda arkeologi, anda jga bisa melihat mebel antik yang berasal dari abad ke-17 dan ke-19 dengan desain kombinasi antara budaya Eropa, Tionghoa, dan Indonesia. Selain itu ada pula gerabah dan keramik. Ada pula koleksi benda-benda yang berkaitan dengan kebudayaan Beetawi, becak, dan numismatik. Sebuag patung Dewa Hermes dari mitologi Yunani juga nampak di sana yang dipercaya sebagai pembawa keberuntungan bagi pedagang. Selain itu juga terdapat meriam Si Jagur yang memiliki kekuatan magic. Penjara pada masa Belanda yang berada di gedung tersebut juga masih ada dan bisa anda saksikan. Kesemua koleksi tersebut, tersebar dalam beberapa ruang koleksi, mulai dari Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, hingga Ruang MH Thamrin.

Spot23_previewAgar anda tidak jemu melihat koleksi yang ditawarkan, Museum Sejarah Jakarta juga memiliki beragam aktivitas yang akan membuat anda semakin mengenal Jakarta. Ada Wisata Kampung Tua, Jelajah Malam Museum, Workshop Sketsa Gedung Tua, Nonton Bareng film-film zaman dulu di Sinema Fatahillah, Pentas Seni Ala Jakarta dan Kunjungan ala tentara indonesia. Anda juga bisa belajar sejarah Jakarta di perpustakaan museum. Jika lapar, anda tinggal menuju kantin musuem yang menyediakan berbagai kuliner khas Betawi. Anda juga berbelanja souvenir dengan harga murah di Souvenir Shop.

penjara di musuem sejarah jakartaJadi tunggu apalagi, ajak keluarga untuk lebih mengenal sejarah Jakarta dengan berkunjung ke Museum Sejarah Jakarta yang buka mulai dari pukul 09.00-15.00. Anda yang dari luar kota Jakarta bisa menggunakan hotel murah di Jakarta untuk akomodasi anda, seperti:

Refrensi:

  • http://museumsejarahjakarta.org/
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Fatahillah

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *