Museum Sumpah Pemuda, Kobarkan Semangat Persatuan Pemuda

Museum-Sumpah-Pemuda-3Selamat Hari Sumpah Pemuda, travelers. Bangga deh rasanya karena pada masa perjuangan para pemuda memiliki peranan yang tak kalah sentral untuk kemerdekaan bangsa ini. Seperti yang kita tahu, dari rumusan Sumpah Pemuda, rasa nasionalisme dan pendirian negara kita mulai terwujud secara konkrit. Dan hal itu lahir dari pemikiran para pemuda. Nah travelers, kalau di zaman dulu pemuda bisa turut ambil bagian dalam berdirinya negeri kita tercinta ini, kenapa gak kita yang masih muda sekarang juga ambil bagian dalam mengisi kemerdekaan dan memajukan negeri kita? Biar rasa nasionalisme kamu kian membuncah, gak ada salahnya dong kalau kita mengenang kembali peran pemuda di masa perjuangan. Salah satunya dengan berkunjung ke Museum Sumpah Pemuda yang ada di Jalan Kramat Raya, No. 106, Jakarta. Siapa tahu kita jadi ketularan semangat nasionalisme dari para pemuda seperti Muhammad Yamin, Amir Syarifudin, dan kawan-kawan.

peserta kongres pemuda 2Gedung tempat berdirinya Museum Sumpah Pemuda, dahulunya adalah rumah dari Sie Kong Liang yang dibangun pada abad ke-20an. Kemudian bangunan ini di tahun 1908, gedung ini menjadi tempat tinggal dan belajar anak-anak dari Stovia dan Rechtschool. Para pelopor kongres pemuda ataupun organisasi Jong Java, tinggal di bangunan yang kemudian dikenal dengan nama Commensalen Huis. Gedung ini pun menjadi gedung perkumpulan yang dikenal dengan nama Indonesische Clubgebouw pada tahun 1927. Sejumlah organisasi kepemudaan maupun pergerakan pernah melakukan rapat, kongres, hingga bersekretariat di sini. Saalah satunya oleh PPPI. Karena kerap digunakan sebagai gedung perkumpulan, maka pada tanggal 28 Oktober 1928 Gedung Keramat ini terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua. Dan digedung ini pula dirumuskan Sumpah Pemuda yang berisi ikrar untuk bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu yakni Indonesia.

keramik museumSelepas kongres tersebut, banyak penghuni dari Gedung Keramat yang meninggalkan gedung ini karena telah menyelesaikan study mereka. Gedung ini pun mengalami pergantian pemilik dan fungsi yang berbeda, mulai dari toko bunga, hotel, hingga menjadi kantor Inspektorat Bea dan Cukai. Kemudian para pelaku Kongres Pemuda 2 menginginkan agar nilai-nilai nasionalisme dan persatuan yang dirintis generasi 28 bisa diwarikan kepada generasi selanjutnya sehingga mereka meminta kepada Gubernur DKI kala itu, Ali Sadikin, untuk merawat Gedung Keramat 106 demi menjaga nilai sejarah yang ada di sana. Hingga kemudian Pak Ali Sadikin mengeluarkan SK yang menyatakan gedung keramat sebagai cagar budaya. Gedung ini pun juga sempat mengalami pemugaran di tahun 1973-1974 dan diresmikan menjadi museum dengan nama Gedung Sumpah Pemuda pada 20 Mei 1974 oleh Presidn Soeharto.

musem sumpah pemudaMenjelajahi Gedung Sumpah Pemuda, travelers akan diajak untuk flash back bagaimana proses Kongres Pemuda 2 kala itu hingga bisa menyatukan para pemuda dari berbagai daerah menjadi satu hingga terbentuk Indonesia. Biar lebih menarik pengunjung untuk bisa membaca sejarah sumpah pemuda, museum menghadirkan komik digital dimana travelers bisa membaca sejarah sumpah pemuda dari cerita yang ada. Selain itu di sini juga tersimpan biola dari W.R. Supratman dimana dengan biola tersebut beliau mengiringi lagu yang ia ciptakan, Indonesia Raya, untuk pertama kalinya dan kini menjadi lagu nasional. Penyerahan biola ini dilakukan langsung oleh keluarga dari W.R. Supratman karena biola ini memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi dalam sejarah Indonesia. Koleksi Museum Sumpah Pemuda juga termasuk dalam keramik museum yang tak pernah berganti sejak bangunan pertama. Ada pula sejumlah diorama yang menggambarkan peristiwa Kongres Pemuda 2 yang dilangsungkan oleh generasi 28.

biola wr supratmanUntuk melengkapi pengetahuan travelers mengenai sumpah pemuda dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, Museum Sumpah Pemuda juga dilengkapi dengan perpustakaan. Buat travelers yang masih di jenjang sekolah, universitas, maupun akademisi dan ingin belajar sejarah Sumpah Pemuda lebih mendalam, mending ke sini aja. Museum Sumpah Pemuda buka dari Selasa hingga Minggu mulai dari pukul 08.00 pagi hingga 03.00 sore untuk hari Selasa-Jumat dan pukul 08.00-14.00 pada hari Sabtu-Minggu. Hari Senin museum tutup untuk perawatan museum, begitu juga kala libur nasional. Buat masuk ke sini, travelers juga gak perlu keluarin biaya mahal, cuma Rp 2.000 aja buat dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Apalagi banyak angkutan umum yang bisa melintas di sini loh travelers. Jadi jangan ragu dan malas buat bertandang ke museum ya … Karena biar bagaimana pun bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budaya mereka. Mengenal sejarah kita bisa membantu kita untuk bisa meningkatkat rasa cinta dan nasionalisme kepada Indonesia 🙂 Buat yang ada di luar Jakarta, gak usah pusing kalo mau ke sini, ada banyak hotel murah di Jakarta yang bisa dipakek. Atau kalau gak mau pusing ikutan paket wisata tour Jakarta murah aja, yang uda murah, nyaman, dan gak pakek ribet.

Refrensi:

http://museumsumpahpemuda.com/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *