Museum Wayang, Rumah Kesenian Asli Indonesia

museumwayangTravelers tahu wayang dong, kesenian asli Indonesia yang banyak dijumpai di daerah Jawa dan Bali. Kesenian yang berasal dari kata bayang-bayang ini dahulunya merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan leluhur melalui media dalang. Sayangnya kesenian ini kian lama kian jauh terdengar. Tak banyak generasi muda yang mau meneruskan kesenian ini. Padahal dahulu kesenian ini begitu diminati dan menjadi hiburan yang senantiasa dinanti. Pemberian nasihat maupun nilai-nilai masyarakat juga dilakukan dengan media wayang. Termasuk juga penyebaran agama juga dilakukan dengan melalui kisah dalam cerita wayang. Uniknya lagi dengan banyaknya budaya yang ada di Indonesia, mempengaruhi jenis-jenis wayang yang berkembang. Ya hampir samalah dengan batik dimana masing-masing daerah memiliki motif dan corak batik yang berbeda-beda. Wayang pun memiliki banyak ragamnya, yang utamanya terlihat dari bahan yang digunakan. Dan kini untuk melesatarikan keberadaan wayang ini, di Jakarta terdapat sebuah museum wayang yang menjadi rumah bagi wayang-wayang yang ada di Indonesia. Yang ngaku cinta Indonesia wajib datang ke museum ini.

prasasti-museum-wayang-jakartaMuseum Wayang berada di Jalan Pintu Besar Utara No. 27 dan termasuk dalam daftar tour Jakarta untuk wilayah Kota Tua. Museum ini berada tak jauh dari Taman Fatahillah sehingga travelers begitu mudah untuk menemukannya. Sebagaimana gedung-gedung yang ada di kawasan Kota Tua, gedung Museum Wayang pun juga memiliki keunikan tersendiri dan tampak megah khas bangunan masa kolonial. Gedung ini pun sempat mengalami beberapa kali relokasi dan alih fungsi. Gedung yang mulai dibangun pada tahun 1640 tersebut pada awalnya bernama De Oude Hollandsche Kerk atau yang juga dikenal dengan nama Dutch Old Church. Namun di tahun 1732 gedung ini berganti nama menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk sebelum akhirnya rusak lantaran serangan gempa pada tahun 1808. Kemudian di tahun 1912 reruntuha gedung ini dibangun ulang sebagai Museum Batavia dengan peresmian yang dilakukan pada 22 Desember 1939 oleh Gubernur Belanda yang terakhir, Jonkheer Meester Aldius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborg Stachouwer. Beberapa koleksi dari Museum Batavia masih bisa ditemukan di sini. Misalnya saja prasati sebagai tanda makam dari Jan Pieterszoon Coen yang merupakan penguasa kota Batavia di tahun 1619 dan berada di lantai dasar, tak jauh dari pintu masuk Museum Wayang. Sejumlah prasasti lainnya juga tampak menempel tak jauh dari makam tersebut.

museum-wayangUntuk menarik kunjungan wisatawan, museum yang diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin pada 3 Agustus 1975 ini menawarkan tata koleksi yang kece abis. Sebanyak 4.000 koleksinya ditata sedemikian rupa dengan pencahayaan yang keren sehingga nampak begitu berkelas. Penampilannya semakin lengkap dengan penggunaan lantai berlapis kayu dan juga lempeng akrilik yang ditempatkan di koleksi yang semakin membuat tampilan museum ini makin nampak wah. Biar makin nyaman, pendingin ruangan juga ditempatkan di beberapa tempat biar pengunjung makin betah. Koleksi Museum Wayang sudah akan menyapa pengunjun dari pintu masuk dengan ondel-ondel. Koleksi lainnya kemudian menyusul mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang seng, wayang kaca, wayung janur, dan sejumlah wayang khas Indonesia lainnya. Tak hanya itu perlengkapan dalam pertunjukan wayang juga ditampilkan di sini. Selain menampilkan wayang khas Indonesia, Museum Wayag juga memajang sejumlah wayang dari negara lain, yang menunjukkan kesenian wayang pun juga dimiliki oleh negara lain, terutama etnis melayu dan Tionghoa.

pagelaran-wayang-museum-wayang-jakartaNah, kalau travelers kangen dengan pagelaran wayang, travelers bisa melihat pertunjukannya di sini dengan lokasinya yang berada di deket pintu keluar. Setiap hari Minggu, mulai dari pukul 10.00 hingga 14.00, sejumlah pertunjukan wayang khas Indonesia digelar di sini. Tertarik untuk berkunjung? Langsung aja ke Museum Wayang, yang menyimpan koleksi lengkap wayang dari seluruh Indonesia. Yang dari luar Jakarta gak usah pusing mau nginap dimana, karena di sekitar museum ada banyak hotel murah di Jakarta yang bisa digunain.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *