Yang Unik dan Historis Di Pelabuhan Sunda Kelapa

Sunda-KelapaTravelers tentunya tahu dong dengan Pelabuhan Sunda Kelapa? Pelabuhan tua yang menjadi cikal bakal berdirinya kota Jakarta yang modern seperti saat ini tidak hanya memiliki nilai historis yang tinggi namun juga memiliki keunikan yang membuatnya tetap sama seperti dahulu kala. Melihat kehidupan yang ada di Pelabuhan Sunda Kelapa, mengajak travelers untuk flash back sejenak, bagaimana para pedagang dari berbagai negara berdatangan, meramaikan pelabuhan yang ada di Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringa, Jakarta Utara. Namun sayangnya ada rencana dari pihak Pelabuhan Indonesia II untuk merevitaslisasi pelabuhan ini menjadi lebih modern dengan menghadirkan sejumlah crane modern. Tentunya hal ini cukup disayangkan, karena keunikan dari Pelabuhan Sunda Kelapa akan menjadi hilang. Nah, mumpung wacana tersebut masih sekedar rencana, yuk jalan-jalan ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Kita tengok bagaimana kehidupan di sana yang akan mengingatkan kita dengan sejarah pelabuhan ini di masa lampau.

sundakelapaPeran sentral yang diembang Pelabuhan Sunda Kelapa telah dimulai sejak lama, bahkan sebelum kedatangan Belanda di ranah nusantara. Pelabuhan ini menjadi salah satu penggerak denyut nadi Kerajaan Sunda yang beribukotakan Pakuan Padjajaran dengan namanya Pelabuhan Kalapa. Karena lokasinya yang cukup strategis, membuat pelabuhan ini cukup dikenal dan sering menjadi jujukan sejumlah kapal dari Timur Tengah, Eropa, India, Tiongkok, hingga Jepang. Rata-rata kapal-kapal ini membawa sejumlah komoditi perdagangan yang laris kala itu seperti kopi, sutra, kain, porselen, anggur, rempah-rempah, dan yang lainnya. Begitu ramainya Pelabuhan Sunda Kelapa di abad ke-12 tersebut, membuat sejumlah kerajaan dan negara beramai-ramai ingin menguasai pelabuhan ini. Hingga kemudian Belanda berhasil menguasai Pelabuhan Sunda Kelapa dan  melakukan sejumlah perbaikan. Salah satunya dengan menambah kanal yang sebelumnya hanya 810 meter menjadi 1.825 meter. Dan kini luas daratan Pelabuhan Sunda Kelapa mencapai 760 hektar dengan luas perairan kolam mencapai 16.470 hektar.

kuli panggul sunda kelapaSampai saat ini kita masih bisa menyaksikan bongkar muat barang di Pelabuhan Sunda Kelapa. Yang membedakan, pelabuhan ini tidak lagi melayani kapal-kapal mancanegara namun hanya kapal antar pulau saja. Pemandangan yang kita jumpai kala berkunjung ke sini bisa mengingatkan kita akan aktivitas yang ada di Pelabuhan Sunda Kelapa pada abad ke-12. Sejumlah kapal-kapal layar yang terbuat dari kayu dan berukuran cukup besar atau yang juga dikenal dengan nama kapal pinisi nampak berjajar di sepanjang bibir pelabuhan. Kapal ini tidak hanya unik namun juga termasuk kapal dalam kategori limited edition karena semakin jarang yang menggunkannya. Produksi kapal ini juga cukup jarang karena kayu ulin yang semakin sulit didapatkan. Jadi mumpung di Pelabuhan Sunda Kelapa, siapkan kamera dan abadikan gambar kapal-kapal ini buat kenang-kenangan jika suatu saat kapal ini tak lagi ada sama sekali. Pemandangan unik lainnya yang kini kian jarang ditemui di pelabuhan pada umumnya adalah keberadaan para kuli panggul yang sibuk menaikkan dan menurunkan muatan dari kapal dengan meniti papan kayu yang menghubungkan kapal dengan dermaga.

sunda kelapa1Puas menikmati pemandangan yang ada di Pelabuhan Sunda Kelapa, kini waktunya travelers untuk memuaskan perut dengan sejumlah kuliner olahan laut yang bisa travelers dapatkan di restoran di sekitar pelabuhan, seperti Sunda Kelapa Restaurant dan Seafood Pondok Baronang Daeng Raja. Atau jika ingin mendapatkan ikan-ikan segar bisa pergi ke pasar ikan yang menjual ikan-ikan hasil tangkapan nelayan sekitar pelabuhan. Travelers yang penasaran dengan dunia bahari Indonesia bisa juga bertandang ke Museum Bahari yang berlokasi tak jauh dari pelabuhan. Yuk kita lestarikan Pelabuhan Sunda Kelapa, biar salah satu saksi sejarah kita tetap bisa dinikmati anak cucu kita nanti. Jalan-jalan ke Sunda Kelapa sekalian keliling ke kawasan kota tua lainnya. Bareng open trip kita aja di Paket Wisata Tour Jakarta Murah yang dijamin murah dan gak pakek ribet.

Refrensi:

  • http://www.indonesia.travel/sites/site/357/pelabuhan-sunda-kelapa
  • http://print.kompas.com/baca/2015/06/25/Keunikan-Pelabuhan-Tua-Sunda-Kelapa-Terancam-Hilan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *