Yuk Kenalan dengan Aneka Primata Di Pusat Primata Schmutzer

smutzerTravelers, tahu Kebun Binatang Ragunan dong. Atau travelers termasuk warga Jakarta yang kerap memanfaatkan kebun binatang ini sebagai tujuan wisata di akhir pekan. Gak heran deh, karena kebun binatang yang satu ini emang favoritnya warga Jakarta buat liburan bareng keluarga. Bukan saja bisa berwisata edukasi mengenal sejumlah satwa, namun di Kebun Binatang Ragunan travelers juga bisa berwisata sejarah mengenai peran kebun binatang ini di masa kekuasaan Belanda. Dan ternyata travelers, daya tarik Kebun Binatang Ragunan gak cuma itu aja loh. Ada hal lainnya yang membuat kebun binatang ini wajib banget buat didatangi, terutama buat travelers yang suka banget sama primata. Karena di sana ada taman primata berkualitas international dengan koleksinya yang lengkap banget. Namanya Pusat Primata Schmutzer dan merupakan pusat primata terbesar. Mau tahu lebih mendalam mengenai taman primata ini, baca sampai habis ya ….

ibu pauline SchmutzerKeberadaan Pusat Primata Schmutzer ini berawal dari kepedulian seorang wanita berdarah campuran Belanda dan Indonesia, Pauline Antoinette Schmutzer. Ibu kelahiran Wonorejo, Jawa Tengah ini selain sebagai pelukis juga termasuk penyayang binatang. Begitu pedulinya beliau dengan para binatang sehingga beliau mendonasikan semua hartanya demi bisa mendirikan sebuah yayasan yang diberinya nama Gibbon Foundation. Namun sayangnya, sebelum rencana pendirian pusat primata tersebut berhasil, Ibu Pauline sudah meninggal terlebih dahulu di tahun 1988. Rencana tersebut akhirnya diambil alih oleh temannya yang bernama Willie Smith yang bersama Gibbon Foundation mendirikan taman primata. Dan untuk mengenang Ibu Pauline, maka taman primata tersebut diberi nama Taman Primata Schmutzer.

Pusat-Primata-SchmutzerPendirian Taman Primata Schmutzer bertujuan untuk melestarikan primata yang ada di dunia. Mulai dari orang utan, beruk, kukang, simpanse, siamang, bekantan, dan tak ketinggalan gorila yang merupakan primata terbesar di dunia. Ada pula sejumlah primata dari luar negeri di Taman Primata Schmutzer. Hal ini berdasarkan kepedulian pihak Taman Primata Schmutzer akan nasib primata di dunia yang jumlahnya kian sedikit. Jadi keinget bencana kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera yang hingga hari ini masih belum selesai. Tentunya semakin banyak primata yang meninggal ataupun kehilangan tempat tinggal karena peristiwa tersebut. Belum lagi ada sejumlah primata yang diperjualbelikan secara bebas oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Padahal keberadaan primata ini cukup berperan penting bagi kelangsungan hidup kita loh travelers. Karena mereka berperan menyebarkan benih tanaman di hutan. Nah, dengan mengunjungi Taman Primata Schmutzer kita bisa mengenalkan hal ini kepada buah hati kita.

jembatan pusat primata SchmutzerTaman Primata Schmutzer tidak hanya menjadi pusat primata terbesar dan berkualiatas internasional namun juga sebagai tempat percontohan perawatan primata secara profesional. Berdiri di area seluas 13 hektar dan baru 6,2 hektar saja yang sudah dimanfaatkan Taman Primata Schmutzer. Ini berarti masih akan ada penambahan koleksi lagi di sini. Dengan konsep open zoo, Taman Primata Schmutzer berusaha memberikan tempat yang nyaman bagi para primata dengan menciptakan lingkungan sebagaimana habitat mereka. Mereka pun dibiarkan hidup bebas dan tak dikurung sebagaimana yang terjadi di sejumlah tempat. Para pengunjung bisa melihat mereka secara leluasa dan tetap aman melalui sebuah jembatan yang mengelilingi area taman. Dari jembatan-jembatan inilah travelers bisa menyaksikan akativitas para primata.

gorila_schmutzer2Untuk masuk ke Taman Primata Schmutzer travelers gak perlu bayar mahal, hanya Rp 6000 pada weekday dan Rp 7500 ketika weekend. Murah bangetkan. Namun ada sejumlah peraturan yang harus travelers patuhi seperti larangan membawa makanan dan minuman, termasuk permen. Hal ini dilakukan demi menjaga keindahan dan kebersihan area Taman Primata Schmutzer. Namun gak perlu khawatir kehausan travelers, karena di titik-titik tertentu travelers bisa menemukan pancuran air siap minum. Gak Cuma menyaksikan aktivitas para primata, travelers juga bisa melihat feeding time yang dilakukan petugas. Ada pula dapur makanan satwa, museum, ruang pemutaran film, perpustakaan dan diorama satwa. Menarik ya, jadi kalau ke Kebun Binatang Ragunan ataupun tour ke Jakarta jangan lewatan untuk berkunjung ke Taman Primata Schmutzer. Kalau mau tahu destinasi tour yang lain bisa klik di sini https://goo.gl/6l0YOa.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *